Salam dan ini bingkisan dari webnya teman kami, tulisan dari :
Oleh : KH Ma’ruf Amin
Apa yang sudah kita peroleh dalam bulan Ramadhan ini, harus bisa kita
pertahankan. Misalnya, ibadah puasa mengajarkan kepada kita kejujuran.
Orang puasa tidak pernah mau minum, walaupun tidak ada orang yang tahu
kalau dia tidak berpuasa. Karena mempertahankan kejujuran, maka dia
tidak mau melakukan itu.
Puasa juga mengajarkan seseorang menjadi sabar. Orang selalu berusaha
untuk menahan diri mulai pagi sampai terbenam matahari. Puasa juga
mendidik kita untuk menjadi orang yang patuh. Artinya, tidak mau
mencederai apa-apa yang menjadi peraturan. Kepatuhan itu menjadi hal
yang penting.
Puasa juga mendidik kita untuk menjadi orang yang dermawan. Karena,
orang yang berpuasa ikut merasakan bagaimana sulitnya lapar dan haus.
Orang yang merasakan, lebih menghayati daripada sekadar melihat apalagi
mendengar. Nah, sikap-sikap terpuji ini –yang sebenarnya sifat-sifat
yang fitrah– harus kita miliki setelah ibadah puasa kita laksanakan
selama sebulan penuh. Karena itu, kita kembali ke fitrah, kembali
kepada kebaikan, dan memiliki sifat-sifat terpuji.
Karena itu, intinya, akhir dari ibadah puasa adalah al’audah ilal
fitrah (kembali kepada fitrah). Kalau tidak kembali ke fitrah, berarti
puasa kita tidak berhasil. Sesudah kita kembali kepada fitrah, maka
kita harus mampu mempertahankan kefitrahan yaitu sikap istiqamah.
Istiqamah ini harus kita jaga. Dan, menjaga istiqamah paling sulit
karena memang godaannya cukup besar, pengaruhnya cukup besar. Walaupun
di dalam agama boleh kembali –bila seseorang melakukan kesalahan ia
boleh kembali– tapi kita justru harus mempertahankan posisi yang sudah
fitri.
Sikap-sikap fitri seperti kejujuran, sabar, derma, dan kebaikan
lainnya harus tetap ada pada diri seorang Muslim setelah Ramadhan
berakhir. Sikap-sikap itu harus kita pertahankan dan kita jadikan
perilaku. Dan, yang terpenting dari itu adalah mempertahankan sikap-
sikap baik itu dalam kehidupan sehari-sehari setelah Ramadhan.
Ringkasnya, al-’audah wal istiqamah (kembali dan konsisten).